Tanda Anak Kekurangan Zat Besi yang Perlu Diwaspadai
15 Juni 2026 | Oleh:

Zat besi punya peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama untuk membantu produksi sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ketika asupan zat besi kurang, tubuh anak bisa terasa “kehabisan tenaga”, dan hal ini sering tidak langsung disadari oleh orang tua.

Salah satu tanda yang cukup sering muncul adalah anak terlihat lebih cepat lelah dari biasanya. Aktivitas yang sebelumnya dilakukan dengan semangat, kini terasa lebih berat. Anak bisa jadi lebih banyak duduk, kurang aktif, atau mudah menyerah saat bermain.

Selain itu, perubahan fisik juga bisa terlihat, seperti wajah yang tampak lebih pucat. Tidak hanya di kulit, pucat juga bisa terlihat di bibir atau bagian dalam kelopak mata. Ini terjadi karena kadar hemoglobin dalam darah menurun, sehingga warna kemerahan alami berkurang.

Perubahan perilaku juga bisa menjadi sinyal. Anak yang kekurangan zat besi terkadang menjadi lebih rewel, mudah marah, atau kurang fokus saat beraktivitas. Bahkan, ada yang menunjukkan penurunan minat terhadap makanan, sehingga nafsu makan ikut berkurang.

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memengaruhi kemampuan belajar dan perkembangan kognitif anak. Anak mungkin terlihat kurang responsif atau tidak seantusias biasanya saat diajak berinteraksi. Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan tanda-tanda kecil yang muncul.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi, orang tua bisa memberikan makanan seperti daging, telur, hati ayam, serta sayuran hijau. Mengombinasikan dengan buah yang kaya vitamin C juga membantu penyerapan zat besi menjadi lebih optimal.

Mengenali tanda-tanda ini sejak awal adalah langkah penting agar anak bisa mendapatkan asupan yang tepat. Dengan perhatian sederhana namun konsisten, orang tua bisa membantu menjaga energi, fokus, dan tumbuh kembang anak tetap optimal setiap harinya.