TRIBUNJOGJA.COM - Masih Bingung mencari kudapan sehat untuk anak? Para ibu muda mungkin tak sedikit yang mengalami kegelisahan seperti yang dialami founder Omo Healthy Snack, Stella Elvina Winoto.
Menurut penuturan co-founder Omo Healthy Snack, yang juga dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) UGM, Lastdes Cristiany Friday, S.Gz, MPH, awal dari terciptanya Omo adalah ketika Stella kebingungan mencari kudapan sehat untuk anak kembarnya.
Lastdes menjelaskan beberapa ibu muda dan ibu-ibu dari generasi millennials mungkin juga mengalami kebingungan yang sama seperti Stella.
Kudapan sehat untuk anak sulit dicari, dan snack impor juga dirasa kurang meyakinkan.
Berawal dari masalah itu, pada September tahun 2018, Stella Elvina, Lastdes Cristiany, dan Niken Puspitasari meluncurkan produk kudapan sehat untuk anak bernama Omo! Healthy Snack.
"Awalnya kami membuat untuk konsumsi pribadi. Lalu, lama-kelamaan berkembang dan kami mulai menjualnya," kata Lastdes, saat ditemui reporter Tribunjogja.com di ruang dosen IKM, Universitas Gadjah Mada, Rabu (16/1/2019).
Lalu, apa yang membedakan snack sehat Omo ini dengan kudapan lainnya?
Lastdes menjelaskan, mengingat produk ini awalnya diperuntukkan bagi balita, bahan bakunya sangat dijaga.
Omo! Healthy Snack menggunakan tepung yang tanpa mengandung gluten (gluten-free), telur ayam kampung, tanpa perasa, tanpa pengawet, dan menggunakan sayuran organik (untuk rasa Kale).
Seiring berkembangnya konsumen, Omo tidak hanya dapat dinikmati oleh balita saja, tapi juga orang dewasa.
"(khusus untuk balita) karena awal-awal diberikan sebagai makanan selain ASI, kita perlu menetralkan rasa. Jadi, setelah dia lepas dari ASI eksklusif sebaiknya tidak kita tambahkan gula dan garam," ungkapnya.
Omo! Healthy Snack memiliki empat varian rasa, yaitu oatmeal, keju, coklat, dan kale.
Snack ini disarankan untuk dikonsumsi oleh anak di atas satu tahun.
Makanan pendamping ASI ini bisa tahan hingga satu tahun, meski pembuatannya masih secara manual.
Pada awalnya, founder dan co-founder hanya memasarkan produk Omo pada lingkungan terdekat saja, sampai akhirnya mereka mengikuti Makerfest 2018.
Makerfest adalah kompetisi pencipta produk-produk kreatif lokal dan bagi pemenang nantinya akan diberikan modal usaha untuk mengembangkan bisnis.
Dari Yogyakarta, Omo Healthy Snack berhasil masuk ketiga besar dan diundang ke Makerfest di Jakarta.
"Kami menjalani karantina, presentasi, dan mengikuti bazar. Ternyata peminatnya cukup besar. Omo menjadi snack yang tak hanya bisa dinikmati anak-anak, tapi juga orang dewasa," terangnya.
Lastdes membenarkan jika setelah mengikuti Makerfest, permintaan produk naik secara signifikan.
Dia mengatakan, "Kita mengalami peningkatan yang luar biasa. Tadinya, awal-awal itu hanya buat 80-100 bungkus, lalu setelah Makerfest, kita sudah kirim ke antarkota dan antar pulau."
Selain bisa dibeli secara online, Omo Healthy Snack kini juga bisa dijumpai di R&B Grill dan Jasmine Cakery Jogja.
Harga satu bungkus kudapan sehat ini sangat terjangkau yaitu Rp38 ribu saja.
(Tribun Jogja/ Fatimah Artayu Fitrazana : Rabu, 16 Januari 2019) https://jogja.tribunnews.com/2019/01/16/mencari-kudapan-sehat-untuk-anak-omo-healthy-snack-hadir-dengan-4-varian-cocok-bagi-balita?page=2