Apakah anak sudah bisa makan Bund? Saat seperti ini pasti menyenangkan dan tidak jarang bisa bikin pusing ya.
Bunda harus menyiapkan MPASI yang enak, sehat dan aman untuk si kecil.
Apalagi kalau si kecil sulit makan atau sedang Gerakan Tutup Mulut (GTM), orang tua perlu mencari cara.
Salah satunya dengan variasi menu MPASi yang bisa diolah dari buah dan sayuran.
Tidak hanya pisang, salah satunya yakni jagung dengan segudang manfaat dan nutrisinya.
Kandungan Jagung
Menurut ahli Gizi OMO Healthy Snack, Lastdes Cristiany Friday, S.Gz, MPH berikut adalah manfaat atau kandungan gizi jagung manis :
1.Jagung manis merupakan sumber karbohidrat utama selain nasi.
2.Jagung mengandung mineral yang baik bagi metabolisme tubuh, seperti Seng, magnesium, dan zat besi. Kandungan fosfor membantu mengoptimalkan kesehatan tulang, potasium dan magnesium penting untuk fungsi otot dan syaraf, sedangkan zat besi membantu mengoptimalkan perkembangan otak.
3.Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung sebagai sumber serat pangan berkualitas tinggi. Serat dibutuhkan untuk mengatur kadar gula dalam darah, mencegah kegemukan, dan memperlancar sistem pencernaan.
4.Memiliki warna kuning hingga oranye, pigmen warna ini menunjukkan bahwa jagung merupakan sumber antioksidan yang berfungsi menangkal radikal bebas, mencegah kanker, dan mencegah penuaan dini.
5.Jagung mempunyai cita rasa yang manis melebihi nasi, namun memiliki indeks glikemik (IG) yang lebih rendah dibanding nasi.
Sehingga sebagai pengganti nasi, jagung dianjurkan dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.
6.100 gram jagung memiliki kalori lebih rendah dibanding 100 gram nasi lho Bund.
Waktu yang Tepat Konsumsi Jagung untuk MPASI
Si kecil dapat mengonsumsi jagung saat dimulainya MPASI, yaitu sekitar 6 bulan.
Jagung dapat dicampurkan atau diolah bersama dengan menu MPASI.
Jagung sulit untuk dicerna. Karenanya, disarankan untuk menunda pemberiannya hingga sistem pencernaan si Kecil sudah bisa bekerja lebih baik.
Agar lebih aman, berikut beberapa cara yang bisa Bunda terapkan ketika ingin memberikan jagung kepada si Kecil:
- Untuk bayi, berikan jagung dengan cara dihaluskan. Anak hanya dapat mengonsumsi jagung dalam bentuk yang sangat halus atau puree. Hal itu karena pencernaan si kecil belum sempurna, sehingga belum dapat mencerna makanan yang agak keras. Juga jagung memiliki potensi untuk tersedak.
- Bunda dapat beralih dari bubur jagung ke jagung tumbuk yang lebih kasar saat anak sudah mencapai usia balita atau sekitar 18-24 bulan.
- Setelah si Kecil berusia 2 tahun atau lebih, Bunda bisa memberikannya jagung pipil untuk melatih ia mengunyah secara perlahan dengan giginya yang baru tumbuh.
Namun pastikan jagung yang dikonsumsi memiliki tekstur yang tidak terlalu keras ya, sebab butiran jagung dapat menyebabkan tersedak.
Menu MPASI dengan berbagai jenis makanan bisa Bunda lihat di Instagram OMO ya, @omohealthysnack.